Rabu, 12 Agustus 2009

Tujuh Belasan Di STMIK Tasikmalaya

Assalamu'alaikum................

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-64 Republik Indonesia serta untuk mengakrabkan warga kampus STMIK Tasikmalaya baik itu Pegawai, Dosen, Mahasiswa Reguler, Karyawan dan TKJ, makan akan dilaksanakan acara :

JALAN SANTAI DAN HIBURAN

yang akan dilaksanakan pada :


Senin, 17 Agustus 2009
Mulai Pukul 07.30 -Selesai

dengan acara :

1. Jalan Santai
2. Pentas Musik
3. Lomba2 Tradisional
4. Penutupan Acara Ordik
5. Penutupan Acara Gebyar STMIK dan pengumuman Juara
6. Doorprize
7. dll


Kami berharap seluruh warga STMIK Tasikmalaya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Terima kasih.

Persyaratan Peserta ORDIK Hari Pertama

JUM’AT,14 JULI 2009

PAKAIAN
PUTRA:
  • Kemeja putih berdasi
  • Celana hitam kain
  • Sepatu pentofel,Berkaus kaki hitam
  • Sabuk hitam
PUTRI:
  • Kemeja putih berdasi
  • Rok hitam kain
  • Sepatu pentofel,Berkaus kaki hitam
  • Sabuk hitam
  • Kerudung hitam,bagi yang tidak berkerudung wajib memakai harnet
ALAT TULIS
  1. Buku bersampul sesuai warna kelompok dan berlogo STMIK TASIKMALAYA
  2. Pulpen warna hitam
ATRIBUT PRIBADI
  • Pita berukuran 14cm×1cm warna sesuaiwarna kelompok dan peniti emas
  • Papan nama berbentuk sandal jepit no.9 Wanita(=Sebelah kiri); Laki-laki(=Sebelah kanan) + tali denagn warna kelompok masing-masing, bertuliskan nama kelompok
  • Toga segilima Wanita(=Kuning); Laki-laki(=Merah) + Tali berwarna hitam
  • Tas gendong berbentuk,bergambar,berukuran CPU
  • Taken plang
  • Amplop dan tissue
ATRIBUT KELOMPOK
  1. Ketua kelompok wajib membawa selendang sesuai warna kelompok berukuran 150 cm × 10 cm bertuliskan nama kelompok
  2. Balon gas 2 buah berwarna kuning & merah
MAKANAN
  1. Timbel
  2. Air mineral 800 ml dengan merk STMIK TASIKMALAYA
  3. Permen bermerk ORIENTASI PENDIDIKAN STMIK TASIKMALAYA(ORDIK) di bungkus plastik bening
  4. 1 buah papan keju terkenal
  5. 1 buah jarring emas
  6. 1 buah susu lagu coklat band
  7. 1 chiki musuh popaye
ALAT SHOLAT
Putra : sajadah
Putri : mukena

Persyaratan Peserta ORDIK Hari Kedua

SABTU,15 AGUSTUS 2009

PAKAIAN
  1. Kaos ordik putih
  2. Kolor batik abah
  3. Sepatu kets warna hitam dn taki rapia(Kanan=merah;Kiri=kuning)
  4. Dudukuy merah putih dengan bendera STMIK TASIKMALAYA di atasnya
  5. Kaos kaki hitam
  6. Bagi wanita berkerudung hitam
  7. Yang tidak berkerudung,rambut di kepang 10(5 merah+5 kuning)
ALAT TULIS
  • Buku bersampul sesuai warna kelompok dan berlogo STMIK TASIKMALAYA
  • Pulpen warna hitam
ATRIBUT PRIBADI
  1. Pita berukuran 14cm×1cm warna sesuaiwarna kelompok dan peniti emas
  2. Papan nama berbentuk sandal jepit no.9Wanita(=Sebelah kiri);Laki-laki(=Sebelah kanan) + tali dengan warna kelompok masing-masing, bertuliskan nama kelompok
  3. Tas gendong berbentuk,bergambar,berukuran CPU
  4. Taken plat
ATRIBUT KELOMPOK
Ketua kelompok wajib membawa selendang sesuai warna kelompokmberukuran 150cm×10cm bertuliskan nama kelompok

MAKANAN
  1. Timbel
  2. Air mineral 800 ml dengan merk STMIK TASIKMALAYA
  3. 2 buah minuman rasa buah
  4. 1 ons abri berbaret
  5. Coklat tereke
  6. 1 Serbuk alphabet
  7. rambut giring garing sedaap
ALAT TUKAR:
  1. Pattimura 2 lembar
  2. Melati 2 keping
  3. Jalak 5 keping
  4. Kelapa Sawit 1 keping

ALAT SHOLAT
Putra : sajadah
Putri : mekena

Persyaratan Peserta ORDIK Hari Ketiga

MINGGU,16 AGUSTUS 2009

PAKAIAN
  1. Kaos ordik putih
  2. Kolor batik abah
  3. Sepatu kets warna hitam dn taki rapia(Kanan=merah;Kiri=kuning)
  4. Dudukuy merah putih dengan bendera STMIK TASIKMALAYA di atasnya
  5. Kaos kaki hitam
  6. Bagi wanita berkerudung hitam
  7. Yang tidak berkerudung,rambut di kepang 10(5 merah+5 kuning)
  8. Kalung gelas isi lolly
ALAT TULIS
  • Buku bersampul sesuai warna kelompok dan berlogo STMIK TASIKMALAYA
  • Pulpen warna hitam

ATRIBUT PRIBADI
  1. Pita berukuran 14cm×1cm warna sesuaiwarna kelompok dan peniti emas
  2. Papan nama berbentuk sandal jepit no.9
  3. Wanita(=Sebelah kiri);Laki-laki(=Sebelah kanan)+tali denagn warna kelompok masing-masing,bertuliskan nama kelompok
  4. Tas gendong berbentuk,bergambar,berukuran CPU
  5. Taken plat
ATRIBUT KELOMPOK
Ketua kelompok wajib membawa selendang sesuai warna kelompokmberukuran 150cm×10cm bertuliskan nama kelompok

MAKANAN
  1. Timbel
  2. Air mineral 800 ml dengan merk STMIK TASIKMALAYA
  3. 1 buah globe bervitamin C
  4. 1 buah hardware merah bervitamin C
  5. Gerry pasta
  6. Susu kotak raksasa
  7. Roti bagus, dewa mesir

ALAT SHOLAT
Putra : sajadah
Putri : mukena

Susunan Panitia Orientasi Pendidikan 2009

Susunan Panitia
Orientasi Pendidikan 2009
STMIK Tasikmalaya

Pelindung : Ketua STMIK Tasikmalaya Restu Adi Wiyono, M.Sc., M.Kom.
Pembina : Yana Karyana, S.Kom
Penanggung Jawab : Yusuf Sidik Mubarak

Ketua Pelaksana : Arip Nopandi
Sekretaris : Susi Susilawati
Wk. sekertaris : Atep Kurniawan
Bendahara : Erna


Seksi-seksi :
Acara :
  1. Opa Nursopa
  2. Tedi
  3. Yuda Sanjaya
Konsumsi :
  1. Rusda Amalia
  2. Novi Rini Rahmawati
  3. Yoga Handoko
Kesekertariatan :
  1. Gilar Wirahyu
  2. Badru Salam
  3. Triana
Keamanan :
  1. Sandi Yunus
  2. Deni Agistra
  3. Fahrujizal Muldiana
Logistik :
  1. Ajat Sudrajat
  2. Hari Nugraha
  3. Chairul Yamin
Publikasi & dokumentasi :
  1. Ani
  2. Fahmi Lukamul Hakim
  3. S.Pardiansyah Nugraha
P3K :
  1. Ramayani Safitri
  2. Soni Tin Hidayat
  3. Eneng Vera



Panitia Pendukung : Panitia ORDIK 2008

Selasa, 11 Agustus 2009

---Tanggal Dilaksanain---

Halo..., para mahasiswa baru...!!!!!!!!!

Gimana nih buat persiapan ordik?????

Udah pada siap ato.... penasaran????? Ya, maaf aja kita belum bisan ngasih informasi yang lebih lanjut. Coz PanPel ORDIK belum ngasih draft informasi buat dipublish.. Tapi yang kemaren disepakati...., nih baru gosip awal aja... ORDIK tuh mo dilaksanain sekitar tanggal 14-16 Agustus 2009... Tiga hari...

Buat pendaftaran rekan-rekan bisa langsung menghubungi sekretariat Panitia ORDIK didepan kantor BAAK, dengan membayar uang adminstrasi Rp. 20.000,- dan mengumpulkan kaos berwarna putih polos.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Arip NOpandi ( 085 223 723 103 ).

Thank's

Buat Yang Udah Penasaran (ORDIK WAJIB BANGET)

Helloooooooo....

Gimana??? Penasaran nih tentang ORDIK???

Maaf Banget nih baru bisa posting lagi kemaren-kemaren Yang Iseng agak sibuk, he..he...

Ya, buat Ordik, rekan-rekan calon peserta cukup menyimak setiap isi posting yang ada diblog ini atau satunya lagi. Saya tekankan agar rekan-rekan dapat berbaik sangka kepada acara ini. Suerr dech kalo acara ini bakalan jauh dari yang namanya perploncoan atau ajang balas dendam kayak di IPDN alias STPDN. Jauh... banget (secara emang beneran jauh, kita di TAsik mereka di Jatinangor... he..he..)

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa rekan-rekan akan memasuki sebuah kawasan kehidupan yang baru. Kawasan yang tentu saja berbeda dengan kawasan rekan-rekan terdahulu baik yang sma maupun yang laennya. KAmi juga BEM Stmik Tasikmalaya, menyadari bahwa rekan-rekan adalah anggota keluarga kami yang baru mengenal tampilan luar kampus kita tercinta.

selain itu, Latar Belakang rekan-rekan juga Kami yang berbeda-beda, baik dari segi pendidikan dan sosial. Perbedaan-perbedaan yang ada ini hal yang alami yang patut kita akui. Tapi bila perbedaan ini tidak kita tindak lanjuti akan terjadi benturan.

Oleh karena itu, ORIENTASI PENDIDIKAN ini kami adakan sebagai ajang perkenalan bagi kita semua, baik mahasiswa yang baru maupun yang BAU (Yang Iseng gak dech..). BEM akan memperkenalkan semua hal tentang kampus kita, mulai sejarahnya, perkembangannya, keuanggulannnya dan hiruk pikuk kehidupan mahasiswanya.

Akan ada perkenalan dari KETUA STMIK Tasikmalaya (Ayo...dah pada tau belum sapa???), Bapak Restu Adi Wiyono, M.Sc, M.Kom. Ada Bapak Yana Karyana, S.Kom (Masih inget gak, yang mana?) selaku Pembina Kemahasiswaan. Perkenalan dari Staff STMIK Tasikmalaya, Perkenalan BEM serta UKMnya. Siap aja liat Mahasiswa-mahasiswa yang mau DEMO (lho kok???) Bukan Demo turun ke jalan sich.. DEMO buat perkenalkan aktifitas UKM masing-masing.

Ada juga Pemberian Materi Pengembangan Potensi Mahasiswa dari BCL...eh, BCA. Ayo sapa??? Ada apalagi Ya??? Ada games-games unik dan menarik dan seambreg agenda kegiatan yang lainnya.

Yang pasti akan banyak untungnya ikut acara ini, oleh karena itu WAJIB bagi seluruh Mahasiswa Reguler yang baru. Ruginya bakalan gak ketulungan bisa-bisa bangkrut dech kalo ga ikut. Selain gak dapat manfaat kegiatan dan kenalan ma aktifis kampus, rekan-rekan akan dikenai SANKSI!!!!!!!!!!!!!!!!

So, masih penasara??? Tunggu ja tanggal mainnya....

Kekerasan Pada Sistem Pendidikan Indonesia

Kekerasan sepertinya sudah mendarah daging pada sistem pendidikan di Indonesia. Seperti biasa, penerimaan siswa baru selalu diikuti oleh kegiatan yang dinamakan ospek (atau MOS, atau OS, atau istilah-istilah lainnya). Sebagai contoh adalah seperti yang digambarkan pada artikel Pikiran Rakyat ini.

Tiba-tiba terdengar suara sirene. Semuan anak berseragam SMP diperintahkan segera masuk ke dalam kelas. Bertimpalan dengan suara sirene itu, terdengar bentakan-bentakan dan aksi fisik antar senior.

Sebagian senior, yang disebut sebagai Komite Disiplin, membentaki senior lainnya. Ada yang diseret dari dalam kelas, ada yang disuruh push up, ada yang dikeroyok hingga jatuh ke lantai.


Sebagian anggota Komisi Disiplin itu menggebrak-gebrak pintu dan jendela. Seraya membentak orang-orang yang ada di dalam kelas.



“Anak saya sampai demam gara-gara dibentak-bentak seperti itu. Hari ini dia nggak masuk, karena sakit dan takut. Makanya, saya datang ke sini, pingin lihat, ngapain aja sih anak-anak ini,” ujarnya.

Orang tua siswa lainnya, yang dihubungi melalui telefon, mengungkapkan kekesalannya atas perilaku para siswa senior. Anak perempuan bapak itu, pada hari kedua MOS, sempat pingsan akibat tendangan tak sengaja, yang dilakukan seorang siswa senior.

Sayangnya, guru sepertinya membela seluruh aksi tersebut dengan dalih yang menurut saya cukup aneh.

“Itu hanya sandiwara. Siswa baru juga tahu, itu hanya sandiwara. Semuanya masih terkontrol kok,” ujar seorang guru.

“Guru-guru juga tahu kejadian itu. Tapi mereka bilang kepada siswa baru, agar masalah ini jangan sampai bocor ke pers,” ujarnya.



Tapi ketika beberapa guru ditanyai mengenai peristiwa itu, tidak ada yang mengetahuinya. Seorang guru mengatakan, seharusnya orang tua siswa itu melaporkan kejadiannya kepada pihak sekolah, jangan hanya berbicara di pesawat telefon.

Beberapa guru yang ditemui di SMAN kawasan Buahbatu itu mengatakan, kegiatan MOS seperti itu masih pada tahap wajar. Menurut mereka, selama tidak ada kekerasan fisik, tidak ada yang menjadi persoalan.

“Kalau dibentak-bentak sih biasa. Kita juga waktu SMA dulu, lebih keras dari ini kan,” ujar seorang guru.

Sayang sekali jika guru-guru menganggap hal seperti itu sebagai hal yang wajar, padahal guru seharusnya tahu bahwa hal-hal semacam itu sangat tidak mendidik dan sama sekali tidak berguna. Terlepas dari kenyataan bahwa para guru mendapat perlakuan yang lebih keras ketika masih menjadi siswa SMA. Hal tersebut tidak bisa menjadi pembenaran kekerasan di sekolah.

Berdasarkan pengalaman saya, beberapa guru juga tak segan-segan melakukan kekerasan di kelas, misalnya ketika seorang siswanya tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru maka ada beberapa guru yang akan marah kelewat batas. Menurut saya hal-hal seperti ini bisa mempengaruhi psikologis dari siswa siswi.

Ini baru SMA, setelah di perguruan tinggi, para mahasiswa akan mendapat perlakuan yang lebih parah lagi. Terkadang nyawa dan kesehatan peserta yang menjadi taruhannya, contohnya seperti penganiayaan junior oleh senior yang terjadi di kampus STPDN beberapa tahun yang lalu. Saya sendiri bahkan pernah kehilangan seorang teman baik, Zaki, akibat penganiayaan senior ketika yang bersangkutan masuk ITB.

Apa yang sebenarnya menjadi alasan para senior mengerjai junior sampai sebegitu parahnya? Motif klasik adalah ‘balas dendam’, mengerjai junior adalah kesempatan untuk balas dendam atas perbuatan yang dilakukan para senior pada tahun sebelumnya. Tentunya motif semacam ini tidak akan dapat diterima oleh siapapun. Tetapi selain itu ada juga yang dengan berbusa-busa mencari-cari pembenaran atas kegiatan semacam ini. Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari menjalin kebersamaan, propaganda ke arah yang baik sampai dengan memupuk kedisiplinan. Tetapi yang jelas saya melihat tidak ada korelasi antara tujuan mulia yang ingin dicapai dengan kejadian yang saya lihat di lapangan.

Apa yang menjadi penyebabnya?

Kekerasan seperti ini sudah terjadi secara tradisional dan turun temurun. Sebelum memasuki suatu sistem yang mendukung kekerasan kemungkinan besar para peserta bukanlah orang-orang yang mendukung kekerasan itu sendiri. Tetapi ketika memasuki sistem, peserta terpengaruh dengan nilai yang ada dalam sistem itu sendiri.

Selain itu mungkin beberapa acara orientasi tidak direncanakan dalam bentuk kekerasan, tetapi kenyataan yang terjadi di lapangan tidak seperti yang direncanakan. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh psikologi orang yang berkumpul (crowd psychology). Teori contagion mengatakan bahwa kumpulan orang-orang secara hipnotis mempengaruhi anggota-anggotanya secara individu. Orang-orang tersebut menganggap kumpulan mereka sebagai perisai sehingga mereka meninggalkan tanggungjawab mereka sebagai individu masing-masing dan mengikuti emosi kumpulan orang secara keseluruhan. Hasilnya, kumpulan orang-orang tersebut seakan-akan mengajak anggota-anggotanya untuk menjurus kepada aksi-aksi brutal.

Penyebab lainnya adalah sindrom Stockholm. Sindrom Stockholm adalah keadaan psikologis dimana korban yang disekap atau disiksa menjalin hubungan positif dengan penangkap atau penyiksanya. Terkadang bahkan korban membantu penyiksanya sendiri untuk mencapai tujuan si penyiksa. Sindrom ini dapat menerangkan mengapa korban masa orientasi siswa/mahasiswa dapat berbaikan dengan senior-seniornya setelah masa penyiksaan dan bahkan melakukan hal yang sama ke junior-juniornya pada tahun berikutnya.

Saya secara pribadi pernah mengalami masa-masa seperti itu, baik sebagai junior maupun sebagai senior. Sebagai junior biasanya saya merasakan hal ini adalah hal yang salah, tetapi ketika menjabat sebagai senior saya dan kawan-kawan justru mendukung diselenggarakannya acara tersebut dan tidak merasa salah sama sekali. Perasaan waswas dan bersalah justru baru muncul ketika adik saya baru mengikuti orientasi siswa.

Bagaimana memutuskan rantai masalah ini? Pihak pengajar yang bertanggung jawab atas keberadaan siswa/mahasiswa di sekolah/kampus tentunya bertanggung jawab untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Pihak orang tua siswa/mahasiswa juga bertanggung jawab untuk melarang anak-anaknya mengikuti acara-acara yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Tetapi yang terpenting adalah sikap dari anak didik itu sendiri yang harus dapat menolak kegiatan-kegiatan semacam itu, mereka bukanlah pihak yang sepenuhnya tidak berdaya. Sekali mengikuti acara kekerasan semacam itu, psikologi dan idealisme mereka akan berubah arah.

ORDIK Bukan OPSPEK

Ordik apaan tuch ?? Mungkin rekan-rekan calon peserta ORDIK 2008 pada bertanya-tanya. Apaan sih?? Nggak penting kali...

Apa sich bedanya ma opspek??? Pasti dikerjain lagi... Males... , itu pikiran saya sewaktu ikutan ORDIK 2006 saat menjadi mahasiswa baru. Pasti harus bawa ini bawa itu. Mesti ini harus itu. Gak boleh Begini Gak boleh Begitu.. Bete.. bete..bete ach.. Basi..basi.. Basi ..Basi Lho...(Jadi Nyanyi...)

Tapi cukup menyenangkan saat ORDIK.. Dapat dikatakan saya dapat mengenal 95% mahasiswa baru yang lain yang sebelumnya saya tidak kenal. Saya kenal 75% senior saya dan merasa memiliki suasana baru dengan semangat yang baru. Kenapa ??? Karena ORDIK itu menekankan pada PENDIDIKANnya bukan hanya sekedar perkenalan saja...

Dari segi bahasa ORIENTASI PENDIDIKAN terdiri dari 2 kata, orientasi dan pendidikan. Orientasi berarti pengenalan, mengarahan, pedoman. Bila kita ambil arti pengenalan yaitu proses membuat kenal, mengenal atau mengenali. Sedangkan pendidikan adalah pemeliharaan dan pemberian latihan, ajaran, bimbingan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Nah dari sana kita dapat tarik pengertian dari ORDIK itu adalah pengenalan yang berisi pemberian latihan atau ajaran yang lebih menonjolkan pada kecerdasan berfikir bukan pada kekuatan fisik. Jadi Kita harus dapat membersihkan prasangka kita tentang ORDIK yang kelam, ajang perploncoan, ajang balas dendam, ajang mengerjai dan sebagainya.